Penyebab Sindrom Munchausen dan Cara Mengatasinya

Penyebab Sindrom Munchausen dan Cara Mengatasinya

Salah satu gangguan psikologis yang sering terjadi pada orang yang memasuki awal usia dewasa adalah sindrom munchausen. Sindrom ini membuat penderitanya sering berpura-pura sakit demi mendapatkan perhatian dari orang lain.

Mengutip laman resmi National Health Services (NHS), penyebab terjadinya sindrom ini beragam. Sindrom munchausen bisa disebabkan oleh trauma masa kecil, salah satunya adalah pengabaian orang tua.

Orang-orang ini mungkin memiliki masalah yang belum terselesaikan dengan orang tuanya dan membuat mereka berpura-pura sakit. Dengan berpura-pura sakit, penderita sindrom berharap bisa mendapat perhatian lebih dan dianggap penting oleh orang sekitarnya.

Seiring bertambahnya usia, menurut NHS, penderita sindrom munchausen akan mendapatkan perasaan tenang dengan berpura-pura sakit.

Sindrom ini sering dikaitkan dengan gangguan kepribadian tertentu. Misalnya, gangguan kepribadian antisosial di mana seseorang senang memanipulasi karena memberi mereka kekuasaan dan kontrol penuh. Ada pula gangguan kepribadian borderline yang ditandai dengan suasana hati, perilaku, dan hubungan yang tidak stabil.

Mengatasi sindrom Munchausen tidaklah mudah karena tidak ada pengobatan standar untuk sindrom ini. Namun, kombinasi terapi perilaku kognitif (CBT) dan terapi psikoanalisis bisa menunjukkan keberhasilan dalam mengendalikan gejala pada sindrom ini.

Mengenal Sindrom Munchausen, Suka Pura-Pura Sakit Agar Dapat Perhatian

RiefaniJadilah teman ceritaku, teman marahku, teman bercandaku, teman mainku, teman berjuangku, dan jadilah satu-satunya teman hidupku.

Posting Komentar untuk "Penyebab Sindrom Munchausen dan Cara Mengatasinya"

Silakan tinggalkan komentar. Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *