Memahami Penyebab Pembekuan Darah

Memahami Penyebab Pembekuan Darah

Pemilik darah kental atau istilah medis hiperkoagulabilitas berpotensi mengalami gangguan kesehatan. Ketika darah lebih kental dari biasanya dapat mengakibatkan masalah pembekuan darah. Secara spesifik, hal tersebut disebabkan ketidakseimbangan protein dan sel yang bertanggung jawab atas pembekuan darah.

Kemudian, darah kental dapat menghambat pergerakan oksigen, hormon, dan nutrisi ke seluruh tubuh, yang mencegahnya mencapai jaringan dan sel. Melansir dari Medical News Today, berikut penjelasan lebih mendalam tentang darah kental, apa penyebab, dan bagaimana mempengaruhi tubuh

Waldenström macroglobhlinemia Ini merupakan jenis limfoma atau pembesaran kelenjar getah bening non-Hodgkin yang langka. Garis besarnya adalah tubuh memproduksi sejumlah protein antibodi yang disebut imunoglobulin M., yang menyebabkan darah menjadi kental dan menimbulkan berbagai gejala lain.

Polycythemia Vera (PV) Merupakan kelainan darah yang berasal dari sumsum tulang, lokasi pusat sel darah baru berkembang. Kelainan PV melibatkan sumsum tulang yang memproduksi terlalu banyak sel darah merah atau putih dan trombosit, dan menyebabkan darah mengental. Berbagai gejala dapat muncul dari waktu ke waktu, seperti:

-Kelelahan -Sakit kepala -Pusing -Lemas -Berkeringat, terutama pada malam hari -Kulit menjadi gatal -Penglihatan kabur dan telinga berdenging-Perut terasa penuh atau kembung

Menurut Organisasi Nasional untuk Kelainan Langka, PV dialami oleh 44-57 orang setiap 100 ribu dan biasanya muncul setelah usia 60 tahun.

Lupus (termasuk lupus eritematosus sistemik) Menurut Yayasan Lupus Amerika, 1,5 juta masyarakat yang ada di AS mengidap lupus dengan beberapa bentuk. Lupus eritematosus sistemik (SLE) adalah penyakit inflamasi yang terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehat seolah-olah berpenyakit. Hal tersebut dapat mempengaruhi darah, termasuk peningkatan risiko pembekuan.

Trombosis merupakan penyumbatan pembuluh darah akibat bekuan darah, relatifnya hidup bersamaan dengan SLE pada tahun pertama. Hal tersebut dapat menghasilkan peningkatan aktivitas penyakit, termasuk peningkatan peradangan yang tinggi dan faktor lain.

Faktor V Leiden Merupakan gangguan pembekuan darah, terutama di vena dalam, yang diwariskan karena mutasi protein faktor V darah. Pada kebanyakan orang, protein yang disebut protein C teraktivasi mengatur aktivitas faktor pembekuan yang disebut faktor V. Namun, pada kondisi gangguan ini, protein C tidak dapat mengatur aktivitas faktor V tersebut, yang mengakibatkan darah menjadi kental dan risiko pembekuan darah. Gejala pertama dari penyakit ini ditemukannya penggumpalan darah dalam tes. Jika gumpalan terbentuk di vena dalam, dapat didiagnosis Deep Vein Thrombosis (DVT), sedangkan jika gumpalan pecah dan menyebar sehingga memblokir pembuluh yang memasok darah ke paru-paru, itu disebut emboli paru.

Mutasi gen protrombin 20210A Orang dengan mutasi gen ini memiliki terlalu banyak faktor pembekuan darah II, yang disebut juga sebagai protrombin. Protrombin adalah salah satu faktor yang memungkinkan darah untuk membeku dengan benar. Namun jika terlalu banyak protrombin dapat meningkatkan risiko pembentukan gumpalan.

Menurut Aliansi Penggumpalan Darah Nasional, mutasi ini mempengaruhi 2-4 persen orang AS keturunan Eropa dan sekitar 0,4 persen orang Afrika-Amerika. Darah kental sering tidak menimbulkan gejala namun tanda pertama yang dapat diperhatikan ketika adanya penggumpalan darah. Berikut beberapa gejala yang timbul dan memungkinkan untuk segera dilakukan tes:

-Berkembangnya gumpalan darah yang tidak diketahui asalnya -Mengalami pembekuan darah berulang -Mengalami keguguran berulang -Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit serupa

Dengan melakukan tes, dokter dapat menilai tingkat risiko yang memungkinkan terjadi dari beberapa kondisi medis yang berkaitan dengan darah kental.

RiefaniJadilah teman ceritaku, teman marahku, teman bercandaku, teman mainku, teman berjuangku, dan jadilah satu-satunya teman hidupku.

Posting Komentar untuk "Memahami Penyebab Pembekuan Darah"

Silakan tinggalkan komentar. Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *