Masalah Jantung Tak Harus Terasa di Dada, di Mana Lagi?

Masalah Jantung Tak Harus Terasa di Dada, di Mana Lagi?

Tak semua masalah jantung datang dengan peringatan, termasuk serangan jantung. Beberapa gejala penyakit jantung bahkan tidak terjadi di dada. Karena itu, tidak mudah untuk mengetahui apa yang terjadi ketika serangan jantung datang.

“Jika tidak yakin, periksalah,” kata Charles Chambers, direktur Laboratorium Kateterisasi Jantung di Penn State Hershey Heart and Vascular Institute, seperti dikutip WebMD.

Pemeriksaan secara berkala wajib, terutama jika berusia 60 tahun atau lebih, kelebihan berat badan, menderita diabetes, kolesterol tinggi, atau tekanan darah tinggi. Simak 11 tanda kelainan pada jantung yang wajib dipantau.

Sakit di dada Ini adalah tanda bahaya jantung yang paling umum. Jika memiliki arteri yang tersumbat atau mengalami serangan jantung, Anda mungkin merasakan sakit, sesak, atau tekanan di dada.

“Setiap orang memiliki kata yang berbeda untuk perasaan itu. Beberapa orang mengatakan seperti gajah sedang duduk di atasnya. Orang lain mengatakan seperti dicubit atau terbakar,” kata Chambers.

Perasaan itu biasanya berlangsung lebih lama dari beberapa menit. Ini mungkin terjadi ketika sedang istirahat atau melakukan sesuatu.

Mual, gangguan pencernaan, mulas, atau sakit perut Beberapa orang memiliki gejala ini selama serangan jantung, bahkan muntah. Wanita lebih mungkin melaporkan jenis gejala ini daripada pria. Anda dapat mengalami sakit perut karena berbagai alasan yang tidak ada hubungannya dengan jantung. Bagaimana pun, itu bisa saja karena sesuatu yang dimakan. Namun, Anda perlu menyadari itu juga bisa terjadi selama serangan jantung. Jadi, jika merasa seperti ini dan berisiko mengalami masalah jantung, biarkan dokter mencari tahu apa yang terjadi, terutama jika Anda juga memiliki gejala lain dalam daftar ini.

Nyeri yang menyebar ke lengan Gejala serangan jantung klasik lain adalah rasa sakit yang menjalar ke sisi kiri tubuh. “Hampir selalu dimulai dari dada dan bergerak ke luar. Namun, saya memiliki beberapa pasien yang terutama mengalami nyeri lengan yang ternyata merupakan serangan jantung,” ujar Chambers.

Pusing Banyak hal yang bisa membuat kehilangan keseimbangan atau pingsan sesaat. Mungkin Anda tidak cukup makan atau minum atau berdiri terlalu cepat. Namun, jika tiba-tiba merasa goyah dan juga mengalami ketidaknyamanan dada atau sesak napas, segera hubungi dokter.

“Itu bisa berarti tekanan darah turun karena jantung tidak mampu memompa sebagaimana mestinya,” kata Bufalino.

Sakit tenggorokan atau rahang Sakit tenggorokan atau rahang mungkin tidak berhubungan dengan jantung. Kemungkinan besar, ini disebabkan oleh masalah otot, pilek, atau masalah sinus. Jika mengalami rasa sakit atau tekanan di bagian tengah dada yang menyebar ke tenggorokan atau rahang, itu bisa menjadi tanda serangan jantung. Hubungi dokter dan cari bantuan medis untuk memastikan semua baik-baik saja.

Mudah lelah Jika tiba-tiba merasa lelah setelah melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak sulit Anda lakukan, seperti naik tangga atau membawa barang belanjaan dari mobil, segera ke dokter. “Jenis perubahan signifikan ini lebih penting bagi kami daripada setiap rasa sakit dan nyeri yang mungkin dirasakan,” kata Bufalino.

Kelelahan ekstrem atau kelemahan yang tidak dapat dijelaskan, terkadang selama berhari-hari, bisa menjadi gejala penyakit jantung, terutama bagi wanita.

Mendengkur Mendengkur sebentar saat tidur adalah hal yang normal. Namun, jika mendengkur keras yang terdengar seperti terengah-engah atau tersedak bisa jadi tanda sleep apnea. Saat itulah Anda berhenti bernapas untuk saat-saat singkat beberapa kali di malam hari. Ini memberi tekanan ekstra pada jantung. Dokter dapat memeriksa apakah Anda memerlukan studi tidur untuk melihat apakah Anda memiliki kondisi ini. Jika ya, Anda mungkin memerlukan mesin CPAP untuk memperlancar pernapasan saat tidur.

Berkeringat Berkeringat dingin tanpa alasan yang jelas bisa menandakan serangan jantung. Jika ini terjadi bersamaan dengan gejala lain, hubungi dokter dan segera pergi ke rumah sakit. Jangan mencoba menyetir sendiri.

Batuk tidak berhenti Dalam kebanyakan kasus, batuk hebat bukan tanda masalah jantung. Namun, jika memiliki penyakit jantung atau tahu berisiko, berikan perhatian khusus pada kemungkinan batuk yang tidak berhenti. Jika mengalami batuk berkepanjangan yang menghasilkan lendir putih atau merah muda, itu bisa menjadi tanda gagal jantung. Ini terjadi ketika jantung tidak dapat memenuhi tuntutan tubuh, menyebabkan darah bocor kembali ke paru-paru. Minta dokter untuk memeriksa apa yang menyebabkan batuk.

Kaki dan pergelangan bengkak Ini bisa menjadi tanda jantung tidak memompa darah seefektif yang seharusnya. Ketika jantung tidak dapat memompa cukup cepat, darah kembali ke pembuluh darah dan menyebabkan kembung. Gagal jantung juga dapat mempersulit ginjal untuk mengeluarkan air dan natrium ekstra dari tubuh, yang dapat menyebabkan kembung.

Detak jantung tidak teratur Normal bagi jantung untuk berpacu ketika gugup, bersemangat, melompat, atau menambahkan detak sesekali. Jika merasa jantung berdetak lebih dari beberapa detik, atau jika itu sering terjadi, beri tahu dokter.

“Dalam kebanyakan kasus, ini disebabkan oleh sesuatu yang mudah diperbaiki, seperti terlalu banyak kafein atau kurang tidur. kadang-kadang, itu bisa menandakan suatu kondisi yang disebut fibrilasi atrium, yang membutuhkan perawatan. Jadi mintalah dokter untuk memeriksanya,” ujar Buffalino.

RiefaniJadilah teman ceritaku, teman marahku, teman bercandaku, teman mainku, teman berjuangku, dan jadilah satu-satunya teman hidupku.

Posting Komentar untuk "Masalah Jantung Tak Harus Terasa di Dada, di Mana Lagi?"

Silakan tinggalkan komentar. Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *