Ini 4 Terapi Saintifik yang Bisa Dicoba bagi Pecandu Sabu-sabu

Ini 4 Terapi Saintifik yang Bisa Dicoba bagi Pecandu Sabu-sabu

Jagat maya tengah dihebohkan dengan penangkapan artis Nia Ramadhani dan suaminya, Ardi Bakrie, karena kasus narkoba. Keduanya ditangkap karena penggunaan sabu-sabu. Perdebatan pun kembali mencuat mengenai vonis yang akan dijatuhkan kepada keduanya, yaitu penjara atau rehabilitasi.

Rehabilitasi merupakan solusi permasalahan narkoba yang masih sering diperdebatkan. Dalam pelaksanaannya, sebagaimana dilansir dari Jurnal Sosio Informa, pelaksanaan rehabilitasi pecandu narkoba memerlukan kerja sama berbagai pihak sekaligus. Beberapa pihak tersebut, antara lain adalah penegak hukum, tenaga kesehatan, hingga keluarga pecandu. Lantas, seperti apa sebenarnya cara rehabilitasi bagi pengguna sabu-sabu?

Sabu-sabu merupakan salah satu narkoba yang menimbulkan efek candu cukup kuat. Dilansir dari laman Hazelden Betty Ford Foundation, sebanyak 9 persen pengguna sabu-sabu mengalami kecanduan. Untuk mengatasi kecanduan ini, empat terapi evidence-based atau berdasarkan sains berikut dapat dilakukan:

Dialectical Behavioral Therapy (DBT)

Terapi ini bertujuan untuk merubah perilaku pecandu narkoba. Dalam prosesnya, pecandu narkoba akan dilatih untuk memecahkan masalah dan mengakui kesalahannya. Melalui proses tersebut, pecandu diharapkan mampu mengubah perilaku kecanduannya.

Cognitive Behavioral Therapy (CBT)

Terapi ini biasanya diawali dengan upaya untuk mengenali jalan pikiran pecandu. Dengan mengetahui jalan pikiran pecandu, pola pikir yang berpotensi membuat rasa candu semakin parah dapat diketahui. Melalui terapi ini, pola pikir tersebut akan diubah atau dihilangkan sehingga rasa candu juga menghilang.

Acceptance and Commitment Therapy (ACT)

Berbeda dengan dua terapi sebelumnya, terapi yang satu ini lebih memberikan peran besar kepada pecandu sendiri. Pecandu akan dituntut untuk mempunyai kesadaran bahwa hal yang ia lakukan adalah salah. Dengan demikian, secara sadar, pecandu akan dapat mengikis kecanduannya secara perlahan.

Motivation-Assisted Therapy (MAT)

Terapi ini melibatkan peran seorang ahli untuk menjadi “motivator” bagi pecandu narkoba. Seorang ahli ini akan menuntun pecandu untuk menggali segala macam kerugian yang didapatkan dari kecanduannya. Dengan begitu, rasa kecanduan dari pecandu akan dapat terkikis secara perlahan.

RiefaniJadilah teman ceritaku, teman marahku, teman bercandaku, teman mainku, teman berjuangku, dan jadilah satu-satunya teman hidupku.

Posting Komentar untuk "Ini 4 Terapi Saintifik yang Bisa Dicoba bagi Pecandu Sabu-sabu"

Silakan tinggalkan komentar. Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *